
Gambar 1. Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si selaku pemateri sedang menjelaskan materi ‘Teknik Penentuan Metode Penelitian’
Bangkalan—Kamis, 19 September 2024, sebuah kegiatan pengembangan soft skill berlangsung di Laboratorium Pengelolaan Sumberdaya Perikanan, mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB. Kegiatan ini dirancang untuk mendukung mata kuliah soft skill yang diberikan kepada mahasiswa peserta skema MBKM Riset dan KKN-T dengan bobot 2 SKS. Selain mahasiswa MBKM, kegiatan ini juga dihadiri oleh mahasiswa non-MBKM karena materi yang disampaikan bersifat luas dan relevan, terutama dalam mendukung penyusunan karya ilmiah serta tugas akhir skripsi.
Pada kegiatan tersebut, topik utama yang dibahas adalah “Teknik Penentuan Metode Penelitian”, dengan narasumber Dr. Haryo Triajie, S.Pi., M.Si. Materi ini memberikan wawasan yang menarik dan memotivasi mahasiswa untuk segera menyelesaikan proposal skripsi mereka. Dr. Haryo menjelaskan bahwa dalam proses penelitian, mahasiswa harus melalui beberapa tahapan penting, termasuk penyusunan rancangan penelitian, pemilihan instrumen penelitian, penentuan subjek penelitian, serta teknik analisis data yang sesuai.
Lebih lanjut, Dr. Haryo menekankan pentingnya rasa ingin tahu yang tinggi dalam menjalankan penelitian. Konsep “KEPO” (Knowing Every Particular Object), yang berarti mengetahui secara mendetail setiap objek penelitian, diperkenalkan sebagai bentuk motivasi agar mahasiswa lebih kritis dan teliti dalam setiap tahap penelitian. Pemilihan metode penelitian yang tepat sangat membantu peneliti dalam menyusun strategi serta teknik pengumpulan data yang efektif. Dengan demikian, penelitian dapat berjalan lebih terstruktur dan efisien, sehingga hasil yang diperoleh lebih valid dan dapat diandalkan.
Terkait teknik analisis data, Dr. Haryo menjelaskan bahwa terdapat dua jenis analisis yang umum digunakan dalam penelitian, yakni analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Contoh analisis kualitatif meliputi penelitian lapangan, analisis wacana, dan penelitian perbandingan sejarah. Sementara itu, analisis kuantitatif mencakup metode eksperimental (percobaan di laboratorium atau lapangan), survei, dan analisis isi. Dalam menentukan metode penelitian yang tepat, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah survei awal, yaitu dengan membaca dan memahami penelitian terdahulu. Setelah itu, hasil survei digunakan untuk menetapkan rencana awal penelitian, yang kemudian dimantapkan dengan penyusunan proposal penelitian.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa, khususnya dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), dapat lebih termotivasi untuk menyusun proposal penelitian mereka dengan baik dan tepat waktu. Dengan metodologi yang jelas dan terarah, hasil penelitian akan lebih mudah diperoleh dan memiliki tingkat validitas yang lebih tinggi.






