Kalimantan Selatan – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM) memperkuat sinergi akademik dan pengembangan wilayah pesisir melalui kegiatan survei lapangan potensi pengembangan pergaraman di Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan yang berlangsung pada 4–8 Juni 2026 ini merupakan bagian dari penyusunan kajian Feasibility Study (FS) pengembangan pergaraman yang difasilitasi oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan.
Kegiatan survei dilaksanakan oleh tim ahli dari Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura yang terdiri atas Prof. Dr. Makhfud Efendy, S.Pi., M.Si., Dr. Firman Farid Muhsoni, dan Nike Ika Nuzula, S.Si., M.T., dengan dukungan akademisi dan mitra dari Universitas Lambung Mangkurat. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata kerja sama antarperguruan tinggi dalam mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Kalimantan Selatan.
Lebih dari sekadar kegiatan survei teknis, pelaksanaan kegiatan ini juga merupakan bagian dari implementasi Memorandum of Understanding (MoU) antara Dekan Fakultas Perikanan Universitas Trunojoyo Madura dan Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Lambung Mangkurat. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya pesisir dan kelautan yang berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan observasi langsung pada sejumlah lokasi pesisir yang dinilai memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai kawasan pergaraman. Kegiatan meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, pengamatan kondisi lingkungan, pengukuran parameter fisik perairan dan iklim mikro, pengambilan sampel, dokumentasi lapangan, hingga diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan di daerah.
Berdasarkan hasil pengamatan awal, beberapa lokasi yang disurvei menunjukkan karakteristik lingkungan yang cukup menjanjikan untuk mendukung pengembangan usaha pergaraman. Kondisi salinitas, suhu, intensitas penyinaran matahari, kelembapan udara, dan faktor lingkungan lainnya secara umum memberikan indikasi bahwa wilayah pesisir Kalimantan Selatan memiliki potensi yang layak untuk dikaji lebih lanjut sebagai kawasan produksi garam.
Dokumentasi kegiatan memperlihatkan berbagai aktivitas lapangan, mulai dari pengukuran kualitas lingkungan pesisir, pengambilan sampel di kawasan mangrove dan pantai, survei lokasi calon lahan pergaraman, hingga koordinasi dengan masyarakat dan pihak terkait. Pendekatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aspek teknis, lingkungan, sosial, dan ekonomi yang menjadi faktor penentu keberhasilan pengembangan pergaraman di daerah.
Menurut tim survei, data dan informasi yang diperoleh dari lapangan akan menjadi dasar dalam penyusunan kajian kelayakan yang komprehensif. Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam merumuskan strategi pengembangan sektor pergaraman yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
Melalui kolaborasi antara Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Lambung Mangkurat, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi ilmiah yang dapat mendukung peningkatan produksi garam nasional, memperkuat ketahanan sektor kelautan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir Kalimantan Selatan.







