Acara koordinasi dibagi menjadi dua bagian, yaitu pagi jam 9.00 – 11.00 koordinasi pelaksanaan MBKM Riset dan KKNT bersama dengan mahasiswa yang mengambil skema MBKM ini baik dari LPPM maupun BIMA. Jam 11.00- 13.00 koordinasi pelaksanaan MBKM Bersama dengan dosen luar MSP yang beranggotakan mahasiswa MSP.

Hasil Rapat Koordinasi dengan Mahasiswa MBKM Riset dan KKNT adalah:

  1. Mahasiswa diwajibkan mengikuti softskill yang diadakan setiap minggu dimulai dari awal September sampai dengan Desember. Pembuatan jadwal piket atau PIC dilakukan untuk memberikan pengalaman pada mahasiswa untuk menyelenggarakan acara webinar. Hal ini akan melatih softskill dan hardskill mereka karena mereka akan bertanggung jawab dalam pembuatan pamphlet undangan, mengkoordinasi terselenggaranya acara (memastikan ruangan dan menghubungi pembicara), dan menyiapkan presensi kehadiran serta sertifikat pelatihan. 
  2. Terkait Mata Kuliah yang akan dikonversi, maka mahasiswa harus mendiskusikannya dengan Dosen Pembimbing atau Dosen wali. Mata kuliah konversi adalah mata kuliah yang relevan dengan topik riset yang akan anda ambil. Umaksimal konversi adalah 20 SKS, dengan rincian 4 mata kuliah @3 SKS, skripsi dan pengembangan soft skill 2 SKS atau 7 mata kuliah tanpa skripsi.
  3. Mahasiswa yang mengambil MBKM KKNT bisa mengambil data untuk dijadikan artikel pada saat menjalankan Proker.
  4. Monev KKNT dan Riset dilaksanakan sesuai jadwal yang diberikan oleh LPPM
  5. Luaran MBKM Riset dan KKNT Prodi MSP berupa HKI, draft artikel yang akan disubmit baik ke jurnal sinta maupun proceeding, seminar nasional/ internasional, video kegiatan (kumpulan foto kompilasi saat melakukan studi lapangan terkait riset yang akan diambil atau saat menjalankan proker), Logbook, Laporan Skripsi.

Hasil Rapat Koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan Luar Prodi MSP terkait program MBKM Riset dan KKNT Prodi MSP adalah :

  1. Koordinasi antara Korprodi MSP, Tim JMF, dan Dosen Luar Prodi MSP yang beranggotakan mahasiswa MBKM Riset dan KKNT dari Prodi MSP dimaksudkan agar DPL mengerti tugas dan kewajiban mahasiswa MBKM dari Prodi MSP. Mahasiswa MSP yang berkegiatan MBKM wajib mendapatkan mata kuliah pengembangan soft skill untuk memenuhi konversi 20 SKS.

Mata Kuliah konversi 20 sks yang bisa dikonversi antara lain skripsi, mata kuliah wajib, mata kuliah pilihan dan mata kuliah pengembangan soft skill. Perlu diketahui bahwa dalam pelatihan pengembangan softskill mahasiswa dibekali pengalaman dalam menyiapkan webinar dengan pembicara dari dosen Prodi MSP. Hal ini diharapkan selain memiliki kegiatan lapangan, mahasiswa juga bisa diasah kemampuan softskillnya.

  • Dosen Pembimbing Lapangan diharapkan dapat menggali potensi, mendampingi, dan mengarahkan mahasiswa MSP agar paham langkah apa yang harus mereka lakukan agar bisa menyelesaikan kegiatan MBKM selama satu semester. 
  • Menginfokan bahwasanya mahasiswa KKNT yang berniat untuk mengkonversi SKS ke Skripsi agar bisa diijinkan untuk sekaligus mengambil data lapangan di saat berkegiatan pelaksanaan Proker. Hal ini ditujukan untuk memadatkan kegiatan MBKM mereka agar bisa terkonversi sampai dengan 20 sks
  • Menginfokan terkait luaran yang harus dipenuhi oleh mahasiswa MBKM KKNT dan Riset, serta kewajiban pelaksanaan webinar mingguan yang wajib mereka ikuti.
  • Beberapa pertanyaan diajukan oleh dosen dari luar prodi terkait pelaksanaan MBKM Riset oleh Mahasiswa MSP:
  • Alfan Biroli, S.Pd, M.Si.: terkait 20 sks konversi, maka bagaimana penyampaian materi pengembangan softsill ?

Materi berupa webinar untuk pelatihan softskill yang dilakukan selama 15 meeting

Penilaian akhir MBKM didapatkan dari : 30% evaluasi dari LPPM dan 70% evaluasi di CPMK dan Sub-CPMK MBKM

  • Khamdi mubarok, S.T., M.Eng.: bagaimana terkait aturan mata kuliah yang akan dikonversi dan adakah ujian tersendiri di tiap mata kuliah konversi tersebut?

        Tim akan melakukan Evaluasi RPS, tiap CPMK yang ada dalam RPS akan dicantolkan ke mata kuliah konversi yang diambil. Ada muatan lokal yang tidak boleh diganti tetapi nanti akan dispesifikkan dengan riset masing-masing mahasiswa, pelaksanaan riset, dan output.

  • Pak Dr. Apri Arisandi, S.Pi., M.Si : mahasiswa yang aktif apakah bisa segera memulai menyusun skripsi? Bisakah proposalnya dibimbing oleh dosen MSP atau dosen dari Prodi lain?

Bagaimana menghindari plagiasi yang mungkin akan dilakukan mahasiswa?

Dosen pengusul dari Prodi di luar MSP tidak menjadi pembimbing skripsi akan tetapi dosen pengusul dari prodi lain akan dijadikan dosen penguji MBKM Prodi karena mengetahui proses pembelajaran mahasiswa.

Terkait cara preventif menghindari plagiasi dosen bisa membantu membagi topik riset mahasiswa. Sebagai contoh, dosen membuat tiga rumusan masalah dalam penelitiannya, maka rumusan masalah yang kedua dan ketiga bisa diberikan ke masing masing mahasiswa yang dibina agar topik yang mereka gunakan tetap beririsan dengan penelitian dosen dan menghindari plagiasi. Selain itu, penelitian dengan metode SLR atau kajian pustaka dapat dijadikan alternatif model penelitian .

d. Pak Achmad Fachruddin Syah, S.Pi., M.Si memberikan usul bahwa dosen luar prodi tidak memiliki hak membimbing mahasiswa kecuali membimbing kegiatan sesuai dengan yang ada di proposal yang diajukan dosen, maka batasan membimbing mahasiswa MSP harus diperjelas

  • Ilham Cahya, ST., MT: Apakah semua mahasiswa wajib konversi ke skripsi?           

Konversi SKS MBKM ke skripsi bukanlah menjadi keharusan melainkan sebagai tawaran. Jika dosen wali dan tim konversi menilai mahasiswa mampu menjadikan skripsi sebagai salah satu mata kuliah konversi, maka hal itu dapat dilaksanakan.

Pada MBKM KKNT mahasiswa bisa difasilitasi untuk mengerjakan skripsi. Misal mahasiswa bisa mengambil data terkait sosial ekonomi masyarakat atau evaluasi sumber daya wisata daerah KKNT.

Replika Jam Tangan Rolex Teratas

Leave a Comment