
Gambar 1. Dokumentasi kegiatan pelayanan prima oleh Fakultas Pertanian
Setiap lembaga pendidikan perguruan tinggi diharuskan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu dan berkualitas. SDM yang berkualitas tidak hanya berasal dari tenaga pengajar atau staf pendidik saja, namun perlu juga didukung oleh staf/tenaga kependidikan yang berkompeten agar “konsumen” yang dilayani dapat mencapai kepuasan maksimal. Konsumen yang menjadi penerima pelayanan di dunia pendidikan tinggi adalah mahasiswa, orang tua, dan pihak lain yang bekerjasama dengan perguruan tinggi. Namun, mengingat hampir seluruh kegiatan di perguruan tinggi selalu berhubungan dengan mahasiswa, maka konsep pelayanan prima seharusnya berfokus terhadap kebutuhan mahasiswa.
Kegiatan Pelayanan Prima yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian pada tanggal 13 Juli 2024 berjalan dengan baik dan lancar. Peserta kegiatan merupakan segenap pimpinan di jajaran Fakultas Pertanian, Jurusan, dan Program Studi, serta seluruh tenaga kependidikan baik yang bertugas sebagai tenaga administrasi dan PLP (Pembantu Layanan Praktikum). Kegiatan ini diikuti oleh 35 peserta dan Bu Niken selaku pemateri atau narasumber dalam kegiatan Training Pelayanan Prima.

Gambar 2. Tampak Bu Niken selaku narasumber dalam kegiatan Training Pelayanan Prima di
Hotel Swiss Bellin, Tunjungan
Pelayanan Prima merupakan tindakan atau upaya yang dilakukan perusahaan atau organisasi tertentu untuk memberikan pelayanan maksimal dengan tujuan agar pelanggan atau masyarakat bisa mendapatkan kepuasan atas pelayanan yang dilakukan. Fakultas Pertanian berupaya memberikan pelayanan prima kepada para mahasiswa-i, khususnya dalam penyelenggaran kegiatan pembelajaran dan praktikum baik di laboratorium maupun di lapang. Pelayanan prima akan dapat tersampaikan bila para pemberi jasa mampu bekerja dengan sepenuh hati dan bertanggungjawab serta mempunyai rasa kepemilikan terkait pekerjaan yang diemban.

Gambar 3. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pelayanan prima di Hoten Swiss
Bellin, Tujungan
Salah satu hal yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan prima adalah adanya dokumen Service Level Anggreement (SLA) yang berisi tentang jangka waktu penyelesaian suatu kegiatan pelayanan untuk diterima oleh para penerima jasa. Dokumen SLA yang dibuat bertujuan untuk dapat meningkatkan kinerja dari setiap para pemberi pelayanan jasa. Peningkatan terhadap pemberian pelayanan prima harus memberikan ciri dan karakterisitik yang dapat menjadi pembeda dengan pelayanan prima lain yang diberikan oleh para pemberi pelayanan. Hal ini akan dapat dijadikan sebagai kelebihan dari suatu institusi atau organisasi yang akan memberikan pelayanan prima.
Mbak Putri, sapaan akrab dari staf kependidikan sekaligus admin di program studi Manajemen Sumberdaya Perairan mengikuti kegiatan training pelayanan prima. Putri menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan prima ini penting untuk diketahui oleh para pemberi pelayanan di tingkatan Fakultas Pertanian, khususnya di tingkatan staf kependidikan atau admin program studi yang sering berkontak secara langsung dengan para mahasiswa, utamanya dalam beberapa kegiatan yang berkaitan dengan pendampingan kegiatan praktikum di laboratorium maupun di lapang. Abdus Salam Junaedi selaku Koordinator Program Studi S1 Manajemen Sumberdaya Perairan juga menegaskan bahwa manfaat kegiatan pelayanan prima yang diikuti kali ini berdampak pada peningkatan strategi pelayanan terhadap mahasiswa di Program Studi S1 Manajemen Sumberdaya Perairan. Mahasiswa diharapkan dapat merasa nyaman dan merasa puas dalam menerima setiap kegiatan pelayanan yang diberikan oleh Program Studi S1 Manajemen Sumberdaya Perairan, khususnya dalam kegiatan penyelenggaran pembelajaran yang bersifat kolaboratif dan partisipatif berbasis output dan outcome.

Gambar 4. Tampak para peserta sedang asik berkegiatan “ice breaking”






