Gambar 3. Foto Bersama Kegiatan Softskill

Bangkalan, Rabu, 25 September 2024– Mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Universitas Trunojoyo Madura mengadakan pelatihan soft skill di Laboratorium Pengelolaan Sumberdaya Perikanan. Pelatihan ini diikuti oleh mahasiswa MBKM Riset, KKNT dan regular baik secara luring maupun daring, dengan tema “Manajemen Laboratorium dan Lapang”. Kegiatan ini merupakan bagian dari perkuliahan softskill rutin mahasiswa semester tujuh, yang pada minggu ke-4 ini menghadirkan narasumber Dr. Indah Wahyuni Abidah, S.Pi., M.Si., dosen MSP yang berpengalaman di bidang ini.

Pelatihan soft skill ini merupakan agenda mingguan dalam mata kuliah Pengembangan Soft Skill, yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pengelolaan laboratorium dan penelitian lapangan. Setiap minggu, tema dan pemateri yang berbeda dipilih untuk memberikan wawasan yang bervariasi dan praktis. Pada sesi ini, topik ‘Manajemen Laboratorium dan Lapang’ bertujuan memberikan panduan praktis kepada mahasiswa, khususnya terkait dengan prosedur pengambilan sampel (sampling), analisis data, serta pengolahan hasil penelitian. Tujuan utamanya adalah agar penelitian skripsi yang dilakukan lebih terarah dan sesuai dengan kaidah ilmiah, serta meminimalkan potensi kesalahan dalam pelaksanaan penelitian.

Manajemen laboratorium dan lapangan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari persiapan alat dan bahan yang meliputi pelebelan, keamanan, kelengkapan alat, hingga uji coba sebelum digunakan di lapangan. Pemahaman yang mendalam tentang prosedur yang tepat sangat dibutuhkan agar pengambilan sampel dapat dilakukan secara akurat. Persiapan pribadi juga tidak kalah penting, misalnya dalam memilih perlengkapan diri seperti alas kaki yang sesuai, logistik, serta peralatan pribadi lainnya yang diperlukan di lapangan.

Sebelum pengambilan sampel, mahasiswa harus menentukan parameter yang akan diukur serta titik pengambilan sampel. Penentuan ini penting untuk memastikan kegiatan berjalan efisien dan sesuai dengan tujuan penelitian. Keamanan lokasi pengambilan sampel juga harus dipastikan, agar tidak menimbulkan risiko bagi peneliti selama kegiatan lapangan berlangsung.

Tahapan selanjutnya setelah pengambilan sampel adalah penanganan sampel yang harus dilakukan dengan hati-hati sesuai kebutuhan analisis. Dr. Indah menekankan pentingnya memperhatikan jenis sampel, metode pengawetan, dan penyimpanan untuk menjaga integritas data. Misalnya, suhu penyimpanan yang tepat dapat memastikan sampel tetap aman dan tidak rusak hingga proses analisis atau pengamatan di laboratorium dilakukan.

Setelah seluruh tahapan pengamatan di laboratorium selesai, mahasiswa diminta untuk memeriksa kembali alat dan bahan yang digunakan, guna memastikan tidak ada kerusakan pada peralatan. Hal ini sangat penting mengingat banyak peralatan yang dipinjam dari laboratorium dan memiliki nilai yang tinggi. Pelatihan soft skill ini diakhiri dengan pemberian sertifikat kepada narasumber, Dr. Indah Wahyuni Abidah, sebagai apresiasi atas kontribusinya dalam kegiatan ini.

Sebagai penutup, sesi dokumentasi bersama dilaksanakan untuk mencatat momen pelatihan soft skill minggu keempat ini, yang diharapkan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kompetensi mahasiswa dalam penelitian.

Leave a Comment