Kamis 6 Juli 2023, perwakilan dosen dan mahasiswa program studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) berpartisipasi dalam salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh WAEJUC (Western Australia East Java Universities Consortium). Anggota WAEJUC yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari 9 mahasiswa yang berasal dari Australia (The University of Notre Dame Australia, Curtin University, Murdoch University, Edith Cowan University, dan The University of Western Australia) dan 10 mahasiswa dari perwakilan PTN di Jawa Timur (ITS, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya, UIN Sunan Ampel, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Jember, Universitas Trunojoyo Madura, UIN Maulana Malik Ibrahim malang, Universitas Negeri Malang, dan Universitas UPN Veteran Jatim). Prodi MSP sendiri diwakili oleh Ibu Febi Ayu Pramithasari, S.Pi., M.Si dan Amaruldafa Yumna Vinka (Mahasiswa Prodi MSP).

Kegiatan  International Mangrove Community Engagement tersebut merupakan satu dari rangkaian kegiatan pertukaran ilmu dan budaya tersebut. Para anggota WAEJUC diajak untuk mengenal mangrove serta melakukan praktek langsung di lapangan. Praktek lapang yang dilakukan adalah kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan di lokasi Ekowisata Mangrove Labuhan, Kecamatan Sepuluh, Bangkalan. Seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk mencoba menanam bibit mangrove dari mulai pemilihan bibit hingga cara menanam pada lokasi tanam, dengan masing-masing peserta mendapatkan 1 bibit mangrove.

Harapan dari kegiatan ini adalah adanya pengenalan ilmu serta pengalaman baru baik bagi seluruh mahasiswa yang terlibat. Selain itu kegiatan ini juga menjadi salah satu pengenalan budaya Indonesia agar dapat lebih dikenal oleh kampus-kampus di luar Indonesia. Serta mengenalkan manfaat serta pentingnya menjaga kelestarian mangrove. Hal ini tercermin dari pengakuan Jack Gibellini yang merupakan perwakilan mahasiswa dari Notredame University Australia yang menyebutkan bahwa dia terkesan dengan lingkungan pantai pesisir yang sangat berbeda dengan kondisi di negaranya. Selain itu  dia juga mengatakan bahwa dari kegiatan tersebut adanya banyak informasi baru yang diperoleh terutama terkait berbagai macam jenis mangrove.

Leave a Comment