Gambar 1. Dokumentasi kegiatan Mini Workshop oleh Dr. Nurhidayu Al-Saari di Laboratorium Bioteknologi Tanaman, Laboratorium Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura

Mahasiswa program studi S1-Manajemen Sumberdaya Perairan mengikuti kegiatan Mini Workshop tentang Analisis: Microbome Studies in Agriculture and Aquaculture-A Halalan Toyyiban Perspective for Sustainability di Laboratorium Bioteknologi Tanaman, Laboratorium Terpadu, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo pada hari Rabu, 16 Oktober 2024. Pemateri merupakan salah satu peneliti di International Islamic University Malaysia, Dr. Nurhidayu Al-Saari menyampaikan bahwa pentingnya pemahaman informasi terkait kajian mikrobioma di bidang pertanian dan perikanan. Pemateri yang juga merupakan alumni dari Hokaido University ini menegaskan bahwa mikroba membutuhkan relung yang sesuai agar dapat tumbuh baik di lingkungan pertanian maupun lingkungan perairan.



Gambar 2. Dr. Nurhidayu Al-Saari tampak menyampaikan paparan materi terkait industri halal di bidang pertanian dan perikanan

Banyak aplikasi yang dapat digunakan kaitannya dengan pemanfaatan mikroba di bidang pertanian dan perikanan, salah satunya adalah memanfaatkan komunitas mikroba tanah untuk memperbaiki struktur perakaran tanaman. Selain itu, aplikasi mikroba di bidang perairan juga dapat diterapkan dalam bidang budidaya perikanan. Penggunaan probiotik ikan dalam kegiatan budidaya perikanan menjadi menarik apabila para pembudidaya perikanan memahami kajian ekologi atau habitat yang dibutuhkan oleh mikroba di lingkungan perairan.

Dr. Nurhidayu Al-Saari juga menyampaikan konsep Halal Industry yang menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan dewasa ini. Di negeri Jiran, Malaysia, konsep industri halal menjadi topik yang menarik untuk dipelajari. Beliau yang juga merupakan dosen atau staf pengajar di UIM Malaysia juga menekuni bidang kajian halal yang berkaitan dengan pengembangan industri di bidang pertanian dan perikanan. Kajian halal yang ditekuni di International Islamic University Malaysia harus dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai bidang keilmuan yang terkait, yaitu bidang farmasi, bioteknologi, kedokteran, biokimia, bisnis, finance, sosial, budaya, dan pastinya yang berakaitan dengan bidang hukum islam utamanya dalam penggalian fatwa dan hukum terkait halal dan tidaknya produk makanan yang dikembangkan di bidang industri pertanian dan perikanan.

Mahasiswa MSP yang mengikuti kegiatan mini workshop ini merupakan mahasiswa yang memprogram kegiatan MBKM KKNT di Dusun Tambak, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Mereka mengaku mendapatkan tambahan pengalaman dan informasi terkait beberapa pengalaman dan hasil penelitian dari Dr. Nurhidayau Al-Saari yang berkaitan dengan aplikasi probiotik di bidang budidaya perikanan. Mahasiswa MSP ini juga berdiskusi terkait manfaat dan peran penting probiotik ikan dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen yang dapat tumbuh dalam kegiatan budidaya perikanan bersama dosen pembimbingnya, Bapak Abdus Salam Junaedi, S.Si., M.Si. Mereka juga berharap agar ke depannya dapat melanjutkan studi lanjut di jenjang Magister kaitannya di bidang aplikasi mikrobioma di bidang keilmuan manajemen sumberdaya perairan.

Leave a Comment