RENCANA STRATEGIS  PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN (Download)

 

PENGAJARAN

Jumlah mahasiswa angkatan I (TA 2016-2017) berjumlah 20 orang memberikan motivasi agar jumlah tersebut terus bertambah sejalan dengan bertambahnya usia Prodi MSP.  Target peningkatan jumlah mahasiswa yang diterima Prodi MSP setiap tahunnya meningkat rata-rata sebesar 50% untuk jangka waktu 4 tahun ke depan dengan harapan rasio Dosen : Mahasiswa mencapai 1 : 9

Tabel 2.  Jumlah Mahasiswa dan Rasio Dosen dengan Mahasiswa Selama 4 Tahun                            Perencanaan

T A 2016/2017 Rasio

Dos:Mhs

T A 2017/2018 Rasio

Dos:Mhs

T A 2018/2019 Rasio

Dos:Mhs

T A 2019/2020 Rasio

Dos:Mhs

20 1 : 3,3 35 1 : 5,0 45 1: 6,4 60 1:8,6

Rencana perkembangan seperti yang ditargetkan ini diharapkan kualitas belajar-mengajar yang ada di Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan akan berjalan efektif mengingat rasio Dosen : Mahasiswa yang relatif kecil.  Peningkatan rasio yang dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan pengadaan sarana laboratorium yang sangat lambat sehingga jika tidak dikendalikan akan berakibat kepada efektifitas pengajaran yang pada akhirnya akan berdampak kepada kualitas mahasiswa yang tidak sesuai dengan harapan. Secara kuantitatif dapat dilihat, bahwa untuk Tahun Ajaran 2016/2017 rata-rata Indeks Prestasi Mahasiswa pada semester ganjil adalah 3,40 dan meningkat menjadi 3,42 pada semester genap.  Kecenderungan ini akan terus dipertahankan bahkan akan ditingkatkan sehingga pada saat wisuda nanti sarjana lulusan Program Studi MSP mempunyai Indeks Prestasi Komulatif minimal 3,50

Selain itu, pertimbangan lainnya adalah 4 orang dosen dari 7 orang dosen tetap saat ini masih dalam status tugas belajar, dengan harapan pada TA 2018/2019 sudah ada sebagian diantara mereka yang sudah menyelesaikan tugasnya dan kembali mengajar di program studi.

Kualitas pengajaran yang dilakukan didukung oleh Kurikulum yang berbasis KKNI dengan keyakinan, bahwa 4 tahun ke depan kurikulum tersebut masih sesuai dengan dinamika perkembangan dunia perikanan dan kelautan kususnya yang ada di Indonesia.  Tentunya setelah 4 tahun pelaksanaan kurikulum ini, ada evaluasi untuk digunakan pada masa 4 tahun berikutnya.  Selain itu, pengajaran berbasis inovatif dengan menggunakan teknologi informasi akan dikembangkan dengan melakukan kerjasama dengan Laboratorium-laboratirum yang ada di fakultas Teknik, misalnya penggunaan applikasi Android untuk identifikasi organisme perairan, pengaturan kondisi perairan dengan kontrol otomatis untuk budidaya, dan lain-lain.

Kompetensi yang bisa dipilih oleh mahasiswa untuk lebih menajamkan pemahamannya adalah pada bidang-bidang : Manajemen Sumberdaya Perairan, Manajemen Sumberdaya Perikanan, dan Konservasi Sumberdaya Kelautan dan Perikanan.  Oleh karena itu, dari 145 SKS yang wajib diambil oleh mahasiswa agar dapat dinyatakan lulus sebagai Sarjana Perikanan (S.Pi), diantaranya untuk masing-masing minat secara berturut-turut disediakan 24 SKS, 19 SKS, dan 18 SKS sebagai mata kuliah pilihan.  Selain memperoleh ijazah sarjana, maka lulusan Program Studi MSP nantinya akan dilengkapi dengan Sertifikat Kompetensi yang dikeluarkan oleh Instansi terkait sesuai bidang, untuk itu kerjasama dengan pihak-pihak terkait tersebut akan diupayakan sesegera mungkin.

Isu-isu kekinian terkait dengan pembangunan sumberdaya perikanan di negeri ini dapat diikuti oleh calon sarjana dari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan melalui kurikulum yang disajikan, misalnya berkaitan dengan isu degradasi kulaitas perairan, degradasi sumberdaya perikanan, kerusakan habitat, IUU (Illegal, Unreported, Unregulated) Fishing  dan cepatnya perkembangan Teknologi Informasi yang dapat diaplikasikan dan bisa menjadi bagian kehidupan sehari-hari serta dapat menjadi kebutuhan masyarakat nelayan.

PENELITIAN

  • Kesinambungan

Upaya untuk melakukan penelitian secara berkesinambungan dilakukan dengan memberikan porsi pada anggaran penelitian sesuai dengan SOP Anggaran, yaitu sebesar 25%.  Anggaran penelitian tersebut memberikan kesempatan kepada setiap dosen untuk memenuhi kewajibannya dalam menjalankan Tri-Dharma Perguruan Tinggi terutama bagi mereka yang kurang beruntung tidak mendapatkan dana hibah dari Dikti.  Namun demikian, mereka diharapkan bisa melakukan kerjasama penelitian baik secara mandiri maupun melalui institusi (Program Studi).

Pada pelaksanaannya, penelitian yang dilakukan oleh setiap dosen khususnya yang menggunakan dana program studi, diwajibkan untuk melibatkan mahasiswa agar transfer iptek yang diharapkan dalam proses belajar mengajar bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan (sesuai SOP Penelitian).

Lokus penelitian yang dilakukan oleh Program Studi MSP sedapat mungkin berada di lokasi Desa Binaan, yaitu Desa Tanjung sehingga hasil-hasil kajiannya bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya di desa Tanjung Kabupaten Pamekasan.

  • Kerjasama

Kerjasama penelitian diharapkan selalu terbuka untuk dilakukan baik secara institusi maupun perorangan/individu.

  • Konsistensi

Untuk menjaga konsistensi penelitian, maka program-program penelitian yang dilakukan oleh program studi selayaknya bermuara pada bidang-bidang kompetensi yang telah digariskan, yaitu pengelolaan sumberdaya perikanan, pengelolaan sumberdaya perairan dan konservasi. Sesuai dengan SOP Penelitian, seandainya penelitian yang dilakukan oleh dosen tidak sesuai dengan bidang-bidang kompetensi program studi, maka hasil penelitiannya tidak bisa digunakan untuk kenaikan pangkat.

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

  • Kesinambungan

Dalam upaya mewujudkan kesinambungan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, sesuai dengan SOP Anggaran, program studi mengalokasikan dana sebesar 25% dari anggaran tahunan.  Oleh karena itu, program studi bersama civitas akademikanya wajib melakukannya sehingga kewajiban individu yang dibebankan kepada dosen bisa difasilitasi dengan anggaran tersebut.  Keberadaan anggaran ini diharapkan menjaga kesinambungan kegiatan dari tahun ke tahun dengan melibatkan mahasiswa agar pendidikan kepedulian kepada masyarakat mulai dan dapat ditanamkan sejak dini.

Lokasi pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat hendaknya dilakukan di Desa Binaan, yaitu desa Tanjung Kabupaten Pamekasan agar keberadaan program studi dapat dirakan oleh masyarakat dengan memberikan kontribusi nyata.

Program-program kegiatan pengabdian kepada masyarakat selain disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat, hasil kajian penelitian merupakan bagian yang mendasari dari program pegabdian yang akan dilakukan.  Jadi kegiatan pengabdian kepada masyarakat merupakan bentuk aplikasi dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

  • Kerjasama

Kerjasama dengan semua stake holder akan selalu diupayakan, baik secara perorangan maupun institusi program studi

  • Konsistensi

Seperti halnya program penelitian, maka orientasi pengabdian kepada masyarakat diprioritaskan kepada bidang-bidang kompetensi yang telah disepakati, yaitu pengelolaan sumberdaya perikanan, pengelolaan sumberdaya perairan dan konservasi.

PEMBIAYAAN, SARANA dan PRASARANA

Pembiayaan yang diperoleh pada awal pembentukan Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan yang digunakan pada semester ganjil TA 2016-2017 berjumlah Rp. 70.000.000,- (Tujuh puluh juta rupiah) untuk Tahun Anggaran 2016 berupa dana Dipa yang diberikan oleh Fakultas.  Namun pada tahun berikutnya, yaitu tahun Anggaran 2017, Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan sudah mendapatkan dana yang lebih tinggi, yaitu pada Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp. 202.999.000,- (Dua ratus dua juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu rupiah).  Peningkatan ini menunjukkan optimisme lembaga dalam hal ini Fakultas Pertanian, bahwa Prodi Manajemen Sumberdaya Perairan bisa berkembang dengan lebih baik lagi.  Di bawah ini perkembangan dan Rencana Anggaran untuk 4 tahun ke depan

 

PENUTUP

Rencana Strategis ini sesuai dengan tujuan pembuatannya, yaitu menjadi penuntun dalam upaya mewujudkan cita-cita dari pendirian dan keberadaan Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan di Universitas Trunojoyo Madura sehingga dalam pelaksanaannya tidak menyimpang dari kesepakatan yang telah dibuat.  Selain itu, dokumen ini mengandung makna agar secara teknis lebih efektif dan secara finansial anggaran akan lebih efisien.

Rencana Strategis ini dapat ditinjau paling lambat 4 tahun setelah dibukukan dan bisa lebih cepat manakala ada sesuatu yang mendesak untuk dilakukan penyesuaian.